Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

Wisata Air Terjun Liawan


Jika anda ingin berwisata ke Sulawesi barat, maka Air Terjun Liawan merupakan objek wiasata disini yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Air terjun ini terletak di Sumarorong (sekitar 1.8 KM dari pusat kota Sumarorong ke arah sebelah timur), Kabupaten Mamasa, Popinsi Sulawesi Barat, berjarak sekitar 6KM dari jalan poros Mamasa – Polewali.

Wilayah Kabupaten Mamasa berada di atas pegunungan yang masih hijau. Beberapa suku terkenal juga tinggal di kawasan itu, di antaranya suku Toraja, Mandar, Bugis, dan Makassar. Daerah yang luasnya mencapai 2.759,23 km2 itu ternyata menyimpan potensi wisata yang menggiurkan. Tak terkucuali dengan potensi Objek Wisata Air terjun Liawan.

Dari kejauhan pengunjung akan melihat seperti suatu aliran berwarna putih yang terus mengalir membelah kehijauan pepohonan di sekitarnya, membuat Anda segera bergegas seolah tidak sabar merasakan kesegaran dan kesejukan air terjun Liawan. Dan benar, begitu Anda tiba di hadapan air terjun yang ternyata besar dan luas, maka percikan-percikan air terjun yang membentur danau dan batu di bawahnya, memberikan percikan kesegaran bagi Anda. Ada bisa puas berenang atau sekedar mandi, menikmati kesegaran sang air. Atau Anda sekedar ingin mencoba melompat dari atas tebing air terjun, menghujam deras menembus kumpulan air di bawahnya. Dan dari jarak masih relatif cukup jauh, pengunjung sudah bisa merasakan kesejukan dari percikan-percikan halus bak embun dari Air Terjun ini.

Lokasi di sekitar air terjun Liawan ini tidak hanya sekedar menikmati air terjun. pengunjung pun dapat menikmati saat santai dan tenang bersama keluarga atau teman-teman, karena di dekat air terjun ada beberapa bangunan seperti dangau tempat duduk-duduk dan bersantai, sambil menikmati suasana alamnya yang hijau dan menyegarkan.

Kalau mau menginap, di lokasi ini juga ada 5 bangunan pondok penginapan, apalagi jika Anda mengadakan acara kolektif seperti api unggun, outbound, retreat atau acara lainnya yang membutuhkan pengenalan dan persahabatan dengan alam. bagi anda yang ingin bertandang ke Sumarorong, Sebagai informasi udara di Sumarorong cukup dingin, karena berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara sekitar 17 derajat celcius. Karcis masuk ke lokasi ini adalah Rp. 3.000/orang/satu kali kunjungan.

Untuk mencapai Mamasa-Sumarorong ini, Anda dapat menggunakan kendaraan umum (bus/minibus/panther), bisa dari Mamuju, ibu kota propinsi Sulawesi Barat, atau melalui Makassar, Sulawesi Selatan. Jaraknya hampir sama, ditempuh sekitar 10 jam, biaya kendaraan pun sama sekitar Rp. 100.000,-. Jadi, jangan lewatkan kesegaran air terjun Liawan saat Anda berkunjung ke Sulawesi Barat.
(Vibizlife.com, dll)



AIR TERJUN MADAKARIPURA - Terletak di kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, sekitar 5 km dari lintas jalan raya Bromo. Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area air terjun tersebut.

Jalanan desa yang berkelok-kelok menjadi santapan perjalanan ke Air Terjun Madakaripura. Oh iya, persiapkan kondiso kendaraan anda, angin ban, juga bensin. Sebab sepanjang trek tak akan kita temui bengkel, Tambal ban atau Pom bensin. Hutan-hutan disekitar sini masih tergolong lebat, warna hijau seakan mendominasi. Bahkan, masih terlihat sisi – sisa bekas penebangan hutan secara liar oleh warga sekitar untuk dibuka menjadi lahan baru. Sangat disayangkan.

Setelah perjalanan, Sebuah gerbang retribusi akan menyambut anda. Dari sini, jarak ke parkiran Air Terjun Madakaripura masih sekitar 300 meter. Saat tiba di lokasi air terjun Madakaripura kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya.

Air Terjun Madakaripura ini dikelilingi oleh tebing-tebing terjal yang membentuk ruangan dan berdiameter sekitar 25 meter. Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.

Keunikan dan kesejukan air terjun Madakaripura ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Tebing-tebing disekitar air terjun terdapat beberapa goa, mirip dengan lokasi film-film silat dan memang cocok untuk daerah pertapaan. Hanya terdengar suara air dan jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan kota.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi Air Terjun Madakaripura bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung. Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.