Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat merupakan suatu pulau yang berlokasi di tenggah-tengah NTB. Lombok terkenal akan Gunung Rinjani yaitu gunung tertinggi kedua di Lombok serta pantainya yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan berbagai obyek wisata yang ada di pulau ini menjadikan Lombok sebagai tujuan para wisatawan untuk berekreasi dan liburan. Lombok tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya namun juga wisata kuliner di Lombok juga sangat sayang untuk dilewatkan. Lombok memiliki beragam wisata kuliner yang enak dengan cita rasa yang sensasional dan tidak kalah saing dengan wisata kuliner di daerah lain.
Ketika Anda berwisata atau mengunjungi Lombok NTB, belum afdol rasanya jika anda belum mencipi makanan khas Lombok dengan beragam variasi rasa yang dimilikinya. Kuliner khas Lombok ini akan memberikan cita rasa tersendiri yang tidak bisa Anda temui di tempat lain. Berikut beberapa wisata kuliner di Lombok yang mungkin dapat Anda jadikan referensi untuk memilih makanan yang sesuai dengan keinginan Anda saat anda berkunjung di Lombok.
1. Ayam Taliwang
Ayam Taliwang
Ayam Taliwang merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang sebaiknya Anda coba. Ayam ini dapat dimasak dengan dua cara yaitu digoreng ataupun dibakar sesuai dengan selera Anda. Bagi Anda pecinta makanan pedas maka makanan Ayam Taliwang ini sangat cocok bagi Anda karena Ayam Taliwang ini memiliki rasa yang pedas. Apalagi jika anda memilih ayam kampung yang muda, maka akan menambah cita rasa di dalamnya.
2. Sate Tanjung
Sate Tanjung merupakan salah satu wisata kuliner di Lombok yang sayang untuk dilewatkan. Bagi Anda para pecinta sate, Anda perlu mencoba sate yang satu ini. Sate Tanjung memiliki keunikan tersendiri yaitu sate ini terbuat dari daging Ikan Cakalang. Sate ini memiliki rasa yang sangat pedas dan gurih, serta penggunaan rempah-rempah semakin menambah cita rasa dari sate ini. Anda juga dapat menggunakan lontong sebagai teman makan sate ini..
3. Baberuk Terong
Wisata kuliner khas Lombok selanjutnya adalah Baberuk Terong. Makanan ini berbentuk lalapan di mana identik dengan terong yang berwarna ungu, dipotong secara dadu, dan dicampur dengan tomat. Ada bumbu yang dipakai untuk melumurinya yaitu bumbu yang berasal dari terasi bakar, gula pasir, cabe merah keriting, cabe rawit, kencur, bawang putih dan minyak goreng yang semuannya dihaluskan kemudian di atasnya ditambah jeruk limau. Biasanya lalapan ini disajikan bersamaan dengan Ayam Talimau.
4. Iwel
Iwel
Iwel
Iwel merupakan salah satu wisata kuliner di Lombok yang juga tidak kalah enaknya. Iwel merupakan makanan yang terbuat dari ketan hitam dan rasanya adalah legit dan manis. Jajanan ini biasanya digunakan pada perayaan upacara adat setempat. Namun jangan khawatir, saat ini Iwel sudah dapat Anda temui di wilayah Lombok. Makanan ini sangat cocok bagi Anda yang suka akan jajanan yang berasa manis dan legit. Iwel merupakan makanan asli dari Lombok.
Beragam wisata kuliner khas Lombok dengan beragam karakteristik dan cita rasa yang dimilikinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjungi Lombok. Sehingga bagi Anda yang ingin berwisata ke Lombok jangan lupa mencicipi kuliner khas Lombok yang identik dengan rasanya yang pedas dan gurih yang pastinya tidak bisa Anda temui di daerah lain.
Beberapa informasi mengenai wisata kuliner di Lombok mulai dari jajanan-jajanan yang berasa manis hingga beragam sate dan lalapan yang memiliki rasa pedas dan gurih di atas semoga dapat menambah pengetahuan Anda serta dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin berwisata ke Lombok Nusa Tenggara Barat. Berlibur sambil menikmati beragam makanan khas yang ada di Lombok tentunya merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan.
Menu apapun di Hari Raya Lebaran tentunya terasa kurang afdol apabila tidak ditemani dengan ketupat sebagai pertanda masuknya bulan syawal bagi masyarakat Indonesia khususnya Jawa. Tapi apakah kita tahu asal usul ketupat itu sendiri? Yuks kita simak bersama sejarah ketupat yang menjadi ciri khas Lebaran.

Menurut sejarawan Belanda H.J. de Graaf dalam Malay Annal, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15. De Graaf menduga kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi untuk menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai oleh de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Sunan Kalijogo sebagai salah satu Walisongo memberikan andil besar dalam penyebaran agama Islam di pedalaman Jawa dengan melakukan akulturasi budaya Jawa atau agraris dengan Islam, lalu memperkenalkan dan memasukkan ketupat, simbol yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat. Dalam dakwahnya beliau memasukkan makna filosofi  ketupat sebagai berikut:

1. Bentuk dari ketupat tersebut, diartikan dengan kiblat papat limo pancer. Papat dimaknai sebagai simbol empat penjuru mata angin utama: timur, barat, selatan, dan utara. Artinya, ke arah manapun manusia akan pergi ia tak boleh melupakan pacer (arah) kiblat atau arah kiblat (salat).
2. Mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua.
3. Mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

Menurut Slamet Mulyono dalam Kamus Pepak Basa Jawa, kata ketupat berasal dari kupat. Parafrase kupat adalah ngaku lepat: mengaku bersalah. Janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan dari kata “jatining nur” yang bisa diartikan hati nurani. Secara filosofis beras yang dimasukan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu duniawi. Dengan demikian bentuk ketupat melambangkan nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani.
Hai para penikmat kuliner indonesia, tidak terasa waktu mengantarkan kita kembali pada bulan ramadan. dibulan ramadan tentu semua akan terasa spesial. Ngomong-ngomong soal ramadhan pasti nggak lengkap kalo kita nggak ngomong tentang kuliner khasnya, walaupun yang "khas" itu belum pernah saya cicip semuanya. Tapi ada baiknya saya berikan sedikit disini yang saya tau, untuk jadi referensi menu anda dikala berbuka :

1. Pisang Ijo

Menu kesukaan ane nih gan, :), merupakan kuliner asli dari Makassar, Sulawesi Selatan, dengan bahan dasar "pisang", dibalut adonan tepung kehijauan, lalu diberikan setumpuk es. Benar-benar mantap untuk berbuka puasa. he..

2. Kolak
Pasti tahu dong kolak ? kolak merupakan menu wajib saat berbuka puasa orang indonesia, selain rasa yang enak, kolak juga makanan pembuka yang pas untuk berbuka puasa, kolak memang menjadi menu favorit untuk berbuka puasa, tak peduli daerah mana di indonesia yang pasti kolak akan hadir di meja makan saat berbuka puasa. Banyak sekali jenis kolak, yang paling sering dibuat ya kolak pisang. he...

3. Es Cendol
Lanjut kecendol, ada yang nggak tau minuman ini? kebangetan deh... selain rasanya yang enak minuman ini paling sering hadir dimeja saat berbuka puasa. mungkin, he,,,


4.Es Kopyor
Es nikmat untuk pelepas dahaga, setelah seharian berpuasa, menyegarkan tenggorokan dengan es yang satu ini pastinya mantap! Tidak ada keterangan jelas darimana es yang satu ini, tetapi yang jelas es ini termasuk selera nusantara.
 
5. Es Teler
Menurut beberapa sumber, es teler diciptakan di Jakarta oleh seorang pedagang es campur gerobak di tahun 1980an. Campuran berbagai macam buah seperti apel, pepaya, melon, alpukat, juga agar-agar, dan campuran lainnya. Penampilannya sekilas mirip dengan es campur. Mantap dan menggoda selera .
 
6. Sop Buah
Selama ane mengelana sebagai mahasiswa, minuman yang paling sering ane santap ya sop buah ini. Terdiri dari campuran berbagai buah-buahan, ada apel, nangka, melon, mangga, semangka, alpukat, dll.


7. Jus Buah
Kalau jus buah pasti pada tahu, jadi nggak perlu ane jelasin... he...favorit ane jus alpukat


karena nggak terlalu ngerti jelasinnya, artikel dan gambar sebagian diambil dari para tetangga.

Kuliner yang satu ini terbilang unik karena hampir di setiap daerah di Indonesia panganan ini muncul dengan beragam bentuk dan rasa. Adalah rujak yang merupakan makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Rujak mudah ditemukan dan dijajakan di mana saja di daerah Indonesia. Bahkan rujak melanglang buana sampai di Malaysia, dan Singapura. Di dua negara itu rujak disebut "rojak". Di bawah ini Goindonesia merangkum beberapa jenis rujak yang ada di Indonesia.

Rujak Soto

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak soto termasuk masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini lebih merupakan paduan unik antara Rujak Cingur dengan Soto Babat.Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya.

Rujak Petis

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Petis merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah timur pulau Jawa. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, tahu, kecambah/ tauge, dan kangkung. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang muda, dan air.Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.

Rujak Gobet

Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak ini terdiri dari beraneka ragam buah-buahan, seperti bengkowang, nanas, pencit, blimbing, jambu, babal (nangka muda), asem dan masih banyak lagi lainya. Jadi, rasa rujak gobet ini nano-nano, karena di aduk dan dicampur menjadi satu. Suguhan Rujak Gobet menjadi menarik, enak, karena menyatukan beragam buah yang berbeda rasa, warna, serta asalnya.

Rujak Kuah Pindang

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Kuah Pindang merupakan kuliner khas Bali tersebut memiliki cita rasa yang unik. Pedas, kecut, gurih dan sedikit amis. Rujak berkuah ini disajikan dengan isian buah-buahan, seperti mangga muda, pepaya muda, jeruk Bali, dan kedondong. Dalam penyajiannya, buah harus dipotong tipis-tipis agar kuah dapat meresap.Kuah rujak ini terbuat dari rebusan kepala ikan. Jadi, tak usah heran jika baunya agak amis. Meski terkesan amis dan bau, rujak kuah pindang memiliki rasa yang beda.

Rujak Ice Cream

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Ice Cream merupakan rujak dengan perpaduan dari buah-buahan segar, es krim dan disiram dengan bumbu rujak petis yang tingkat kepedasannya bisa di sesuaikan dengan selera kita. Pokoknya rasa manis, asam, pedas semuanya berpadu rasa dalam Rujak Ice Cream ini. Disajikan dalam gelas bening yang menarik, di dalamnya terdapat buah-buahan seperti mangga muda, jambu, nanas, kedondong, dan bangkuang di potong kotak-kotak, di atasnya diberi beberapa scope es putar kemudian dilumasi sambal rujak gula jawa (gula merah) dan ditaburi kacang goreng.

Rujak Bulung

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Sama seperti rujak kuah pindang, rujak bulung juga berasal dari Bali. Rujak ini berbahan dasar rumput laut yang dicampur dengan garam, cabe rawit, terasi, kencur, kelapa parut dan kuah pindang. Rujak bulung dapat dijumpai di salah satu kedai di sekitar Jalan Blambangan.

Rujak Mata Sapi

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak jenis ini mungkin hanya bisa Anda jumpai di daerah Bangkalan Madura saja. Pasalnya, Rujak mata sapi terkenal di sana berkat warung kecil di jalan KH Mohammad Kholil, Desa Demangan, .Adalah Warung Marinten, sebuah warung sederhana yang telah buka sejak awal 80- puluhan lalu yang sampai sekarang masih tetap ramai dikunjungi para pembeli. Pelanggan Warung Marinten pun berasal dari semua golongan, dari abang becak hingga pejabat di birokrasi Bangkalan-Madura Warung Marinten merupakan satu-satunya penjual rujak mata sapi dan kuliner uniknya tersebut terkenal hingga keluar Bangkalan.

Rujak Bubur

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Masih di tanah madura, ada satu lagi variasi dari rujak yaitu Rujak Bubur. Warga Madura biasa menyebut Rujak Bubur ini sebagai jek tajun. Penganan ini merupakan menu makan malam, usai berbuka puasa dan selepas sholat tarawih. Salah satu warung yang menjual rujak jenis adalah warung Liana yang berada di pojok lintasan Jl Jingga dan Jl Purba, yang jaraknya cukup dekat dengan Taman Arek Lancor, jantung kota Pamekasan. Warung rujak milik Liana ini cukup dikenal warga kota Pamekasan, Madura.
Rujak bubur ini dibuat pertama kalio dengan mengulek racikan bumbu rujak berupa campuran lombok, petis, kacang goreng, dan irisan pisang mentah diatas cobek besar. Setelah halus, ditambahkan irisan cingur rebus, kecambah, irisan kacang panjang, dan irisan rumput laut. Tak lupa juga ditambahkan cacahan mentimun dan kripik singkong. Usai mengulek rujak, terlebih dahulu menuang bubur bawang keatas wadah. Bisa berupa piring, bisa pula berupa talam daun pisang. Diatas bubur bawang inilah, lalu diburkan rujak.
Sarapan pagi dengan nasi uduk plus gorengan dan sambalnya, mungkin banyak dilakukan oleh anda. Begitu sederhana dengan apa yang menjadi komposisinya yaitu berupa gorengan, telur jika ada, sedikit sambal, kerupuk dan mie bihun. 


Yup, makanan yang satu ini selain murah meriah, juga banyak ditemukan dimana saja dan begitu familiarnya. Anda yang tinggal di kompleks perumahan, tinggal di sebuah perkampungan ,warung nasi uduk ala kadarnya pasti dapat ditemui.
Nah sekarang bagaimana jika anda ingin menyantap nasi uduk yang lain dari biasanya? Apakah ada nasi uduk yang berbeda dengan nasi uduk yang biasa dimakan? Lantas jika ada, dimana keberadaan warung nasi uduknya?  Dibawah ini ada ulasan singkat mengenai varian baru dari nasi uduk.

1.Nasi Uduk Bakar
Tidak jauh berbeda dengan nasi uduk pada umumnya, perbedaan nasi uduk jenis ini hanya dari penyajiannya yang harus dibakar terlebih dahulu.  Jika biasanya kita menyantap nasi uduk dalam bungkusan kertas coklat yang terkadang dibalut dengan kertas koran setelah kita memasannya, nah  nasi uduk bakar ini disajikan dengan memakai daun pisang.
Jadi setelah anda memesan nasi uduk yang diinginkan, tunggulah sebentar nasi dan ayam dibakar terlebih dahulu. Setelah bumbu ayam bakar masak dan matang,  nasi uduk yang dibungkus daun pun siap disajikan dengan bakaran daun pisang.
sumber foto: www.radarsukabumi.com
Nasi uduk ini dapat anda santap jika anda kebetulan berada di Jombang, Jawa Timur, dekat dengan tempat pemakaman mantan pressiden keempat RI, Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Lokasi warungnya di pinggiran jalan dan berjarak kurang lebih 300 meter ke utara dari lokasi makam. Soal harga, nasi uduk ini cukup bersahabat dan tergantung dari menu yang anda pilih, jika memilih menu pelengkap ayam misalnya, harga pun akan berbeda jika anda memilih tempe atau hanya nasi uduk biasa. Jadi semua tergantung dari menu yang anda akan pilih.
Selain di Jombang, nasi uduk bakar juga dapat temui di jalan Juanda di daerah Cianjur. Penyajian nasi uduk bakar di Cianjur ini hampir sama dengan nasi uduk bakar di Jombang, yaitu sama-sama menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Untuk lauk pauknya tersedia telur balado, perkedel, bihun goreng, tahu serta tempe balado, ditambah sambal oncom. Untuk harga seporsinya, nasi uduk bakar ini tidak akan membuat kantong anda langsung kering alias harganya cukup terjangkau.
2. Nasi Uduk Rasa Pandan
Nasi uduk warnanya hijau? Sangat unik seperti yang diketahui nasi uduk biasanya berwarna putih, tetapi nasi uduk ini berwarna hijau, mungkin hanya rumah makan milik Harry di KH Mochammad Mansyur, Jembatan Lima, Jakarta saja yang menyediakan nasi uduk seperti ini.
Rumah makannya sederhana tetapi menyediakan menu yang tidak biasa. Nampak etalase hidangan yang di susun secara rapi . Di dalam ruangan seluas  8 meter x 10 meter terdapat tujuh meja berjajar rapi yang masing-masingnya dapat menampung empat orang.
Nasi uduknya lantas kenapa bisa berwarna hijau? Harry sang mpunya rumah wakan ternyata menggunakan pewarna alami dari daun pandan hijau, oleh karena itu nasi uduknya jadi berwarna kehijauaan. Untuk sajian pelengkap nasi uduk rasa pandan disediakan pula panganan seperti ayam bumbu rujak bakar, cumi bakar yang ditusuk dengan kayu, tempe bakar dengan bumbunya yang khas dan sayur asem.
Bagaimana dengan harganya? Setali tiga keping dengan nasi uduk bakar di atas, harganya tidak sampai membuat kita mengernyitkan dahi alias ramah di kantong dan tidak membuat cekak isi dompet di kantong. Jam buka rumah makan sehari-hari mulai pukul 10.00 sampai dengan malam hari pukul 22.00 WIB.  (berbagai sumber)
Kopi ohh kopi, sepertinya minuman yang satu ini sudah cukup melegenda  dan membudaya di antara kita semua. Siapa yang tidak pernah mencicipi kopi, rasanya sangat jarang dan hampir semua orang pernah merasakan hitamnya sebuah kopi. Dari rakyat kecil yang tinggal di pinggiran sungai sampai mereka yang tinggal dalam perumahan mewah.

Keberadanya di negeri ini terbilang sudah lama, diawali dengan bercokolnya kaum penjajah yang ingin menjadikan kopi sebagai komoditas dagangan yang laris di pasaran Internasional dan akhirnya  perkembangan pun merata di hampir setiap kota karena para opurtunis melihat kopi dapat dijadikan sebagai lahan bisnisnya.
Kedai kopi pun bertebaran di kota-kota besar Indonesia, dari yang dijajakan di pinggiran sudut jalan sampai yang masuk dalam sebuah pertokoan. Namun seiring roda zaman yang terus berputar kedai-kedai kopi itu pun sepertinya tak mampu bertahan dan hanya sebagian kecilnya saja yang sampai sekarang masih melayani para pembelinya.
Tentu, sebuah prestasi tersendiri bagi kedai-kedai yang buka sampai detik ini, terlebih lagi cita rasa kopi itu masih dipertahankan sedemikian rupa dari awal kedai kopi itu berdiri. Nah, ingin tahu bagaimana rasanya menyelami sejarah dalam pekatnya sebuah kopi tua, di bawah ini ada beberapa kedai kopi yang siap melayani anda dengan sajian kopinya yang khas berselera.
1.Kedai Kopi Tung Tau
Nama warung kopi diambil dari nama pemiliknya yang bernama Fung Tung Tau yang merintis dagangannya dari tahun 1938 di Jalan Sungailiat, Bangka. Kedai miliknya saat ini sudah dikelola oleh tiga generasi. Dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua Budjang Bunawan pada tahun 1950 dan  tahun 1980 dilanjutkan oleh istinya yang bernama Maria Matalia. Setelah itu sejak tahun 2010 warung kopi itu dilanjutkan oleh generasi ketiga yaitu Tedy, anak bungsu dari pasangan Budjang dan Maria.
sumber foto:www.uknowmj.blogspot.com
Kedai kopi ini sangat bersahaja jika dilihat dari tampilannya yang hanya tersusun oleh  meja kayu dan kursi plastik. Tapi nuansa seperti ini ternyata membuat banyak orang betah berlama-lama ngopi di sana. Ditambah lagi kedai kopi pertama di Bangka ini terbuka untuk segala lapisan masyarakat, mulai dari  pejabat dan politisi lokal, pengusaha sampai para wisatawan. 
Biji kopi yang diolah Kopi Tung Tau dibuat dari biji kopi pilihan, jadi bukan sembarang biji kopi. Untuk membuat kopinya, biji kopi itu digiling secara tradisional dan diracik dengan resep dan cara tradisional sehingga memiliki cita rasa sendiri yang khas.

Selain kopi sebagai sajian utamanya, warung ini juga punya sajian utama, yaitu  roti bakar. Rotinya itu berupa roti bantal. Roti ini disajikan dengan berbagai selai yang diracik sendiri sesuai dengan keingan pelanggan. Warung kopi Tung Tau kini memiliki dua cabang di kota Pangkalpinang. Cabang pertama di Jalan Sudirman No. 74 dan satu lagi berada di Jalan Depati Hamzah-Semabung.
2.Kedai Kopi Tiam Medan
Kita tinggalkan Bangka dan menuju ke Medan. Di kota ini terdapat warung kopi Tiam Ong yang berdiri sejak tahun 1968 di kediaman Ong Cin Kie yang sekaligus pemilik warung kopi ini. Ong memberi nama warung kopinya ini sesuai dengan namanya, sedangkan Kopi Tiam berasal dari dialek Hokkian yang dibaca Ka Pe Tiam. Memberi nama kedai kopi dengan nama marga merupakan kebiasaan etnis Tionghoa yang dibawa dari tanah leluhurnya, begitu pula dengan Ong Cin Kie
sumber foto:www.kopitiamong.blogspot.com
Seperti Kedai Kopi Tung Tau, Kedai Kopi Tiam Ong pun setali tiga uang. Dari luar warung kopi ini terlihat sederhana. Namun di dalamnya anda akan tersedot dalam pusaran masa lalu seakan-akan berada di awal abad ke-20 dengan barisan meja yang terbuat dari batu marmer dan kursi kayu yang didesain dengan model zaman dulu 
Tak hanya itu, kesan di masa lalu pun akan semakin mengental lantaran anda akan disinari pancaran lampu ruangan yang ditutupi sangkar burung dan ditemani oleh ornamen-ornaman antik dipajang di sudut kiri dan kanan kedai. Sebut saja telepon tua, sempoa zaman dahulu, terompet renta, setrika arang, gramaphone dan yang lainnya.
Apa menu andalan di kedai kopi ini? menu andalan ini salah satunya adalah Kopi Terbalik. Kopi ini merupakan kopi Aceh yang dihidangkan dengan gelas terbalik yang dibawahnya terdapat piring kecil. Kopi pun diseruput keluar dari dalam gelas terbalik melalui piring kecil itu sedikit demi sedikit. Selain  kopi terbalik, kedai kopi ini juga menyajikan Kopi Berempah, yaitu kopi yang dicampurkan dengan bermacam-macam rempah seperti kayu manis dan cengkeh. Belum lagi dengan sajian Kopi Bandrek yang merupakan campuran kopi, susu dan jahe. Rasanya pun akan semakin membuat anda berbetah-betah di kedai ini.
Oh iya, jika merasa lapar saat anda sedang asiknya menyeruput kopi, tidak perlu kuatir karena  kedai kopi ini juga menyediakan camilan yang cukup mengenyangkan perut. Mulai dari  Loempia Kejoe Tjoklat yang merupakan lumpia yang berisi sayuran dan keju dan diberikan coklat sebagai hiasan di bagian atasnya, Oebi Goreng dan yang lainnya.
Soal harga tak perlu dipersoalkan, masing-masing harga sajiannya cukup bersahabat dengan kantong. Begitu pula dengan pelayanan dan keramahtamahan dari para pelayan-pelayannya. Jadi  anda  yang mengaku maniak kopi dan kebetulan berada di Medan, jangan lupa untuk mampir ke kedai kopi ini. (berbagai sumber)
Siapa yang tidak kenal dengan nama makanan yang satu ini, ya sepertinya kebanyakan lidah kita pernah bergoyang sambil kedinginan merasakannya saat masih kecil atau sampai lanjutnya usia sekarang. Adalah es krim nama  makanannnya, yup sebuah makanan kecil  namun  tidak sekecil rasanya dan sudah tercipta beratus-ratus tahun yang lalu.
Menyoal sedikit sejarah kelahiran makanan dingin yang satu ini memang masih teka-teki. Ada yang berpendapat es krim telah tercipta di awal masehi di Rowawi saat Kaisar nero masih berkuasa, ada juga berpendapat es krim ini terlahir di benua asia tepatnya di Cina, ada pula yang berpendapat di Eropa lah es krim tercipta lebih-lebih akibat lintas perdagangan yang dilakukan oleh Italia dengan bangsa lainnya.
Ada pula yang mengatakan bahwa sejarah terciptanya makanan ini merupakan rentetan dari alur tulisan di atas. Jadi berawal dari Cina yang kala itu es krim hanya bisa dinikmati oleh kalangan raja dan bangsawan, kemudian berlanjut ke Itali lantaran Cina membuka pintu usaha dagangnya ke Eropa. Berkat jasa Marcopolo lah resep-resep itu sampai ke Eropa.
          Dari Eropa lantas es krim melalang buana ke seluruh dunia dan sampailah es krim ini di negeri paman sam. Di sana es krim semakin populer  seiring dengan penemuan mesin pembuat es krim untuk memenuhi permintaan rakyat Amerika yang tinggi terhadap kudapan ini. Dari Amerika pulalah muncul sebutan es krim, yang berasal dari kata "ice cream".
Sejak itu, es krim semakin berkembang dengan berbagai modifikasi dan teknik pembuatan. Ada french-style ice cream, yang terbuat dari kuning telur dan populer di dataran Amerika. Di Amerika, kemudian teknis ini dikembangkan menjadi philadelphia ice cream, yang terbuat dari putih telur ditambah berbagai rasa, seperti coklat, vanilla, dan stroberi.
Lantas bagaimana dengan es krim di Indonesia sendiri? Es krim datang bersama Belanda dan  berkembang seiring semakin kukuhnya kolonialisme negeri kincir angin ini di Nusantara. Di kota-kota besar banyak bermunculan restoran-restoran yang banyak menjajajakan es krim sebagai makanan kudapan. Dan saat itu es krim  merupakan jenis makanan yang sangat mahal dan mewah, orang pribumi mungkin hanya bisa bermuka pengen melihat para meneer dan mevrouw Belanda menikmati es krim di panasnya hari.
            Namun sekarang semua itu tinggal kenangan, akan tetapi restoran-restoran di mana para meneer dan mevrouw itu duduk menikmati es krim masih bertahan hingga kini. Nah, di mana sajakah restoran-restoitran es krim itu yang masih bertahan.

1. Es Krim Toko Oen
Toko Oen di  Malang dan Semarang yang sudah berdiri sebagai toko es krim di tahun 1922. Awalnya Oma Oen berbisnis kue di kota Gudeg tahun 1910. Lantaran ingin mengembangkan uasahanya lalu dia membuat toko es krim dan membuka cabangnya di berbagai kota dari Jakarta, Semarang, dan Malang. 
Namun malang tak bisa diraih, cabang Yogyakarta dan Jakarta terpaksa tutup karena suatu sebab. Tetapi cabang yang di Semarang hingga kini ini masih bertahan dan dikelola sama keturunan Oma Oen. Baik yang di Malang maupun di Semarang, keduanya masih mempertahakan interior khas di masa kolonial Belanda begitu pun dengan es krimnya.Dalam penyajiannya, es krim di Toko Oen ini disajikan dengan kue lidah kucing, toping sirup, dan buah-buahan. Selain itu penyajian es krim pun disusun berwarna-warni dan  pengolahan es krim ini pun masih menggunakan alat tradisional. 

2. Es Krim Toko Zangradi
Yang kedua ada Toko Zangradi di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Adalah Orang Italia bernama Renato Zangradi yang mengadu peruntungan dengan mendirikan toko es krim di tahun 1930 di kota itu. Eh, tanpa dinyana bisnis itu membuat para meneer dan mevrouw kesengsem. Kelebihan dari tokonya Zangrandi adalah es krim yang dijadikan berasal dari olahan tangan alias hand madedan bukan buatan mesin. Rupanya olahan tangan yang dibuat di kedai Zangrandi ini sesuai dengan lidah orang-orang Belanda. 
Di Zangradi, selain menjual es krim batangan juga terdapat es krim scoop atau per mangkok. Ada pula banana split yaitu pisang dipadukan beberapa es krim sesuai selera. Untuk menemani makan es krim, toko ini juga menjual aneka jajanan seperti pastel sampai makanan berat seperti pizza. Beragam jenis es tersaji di toko ini dari  Chocolate Twinkle, Noodle Ice Cream, Soda Ice Cream, Avocado Fudge, Tropicana Fruit, Crispy basket, Zangrandi Pie, Horn, Macedonia, Royale Peach, Banana Split. Ada pula es krim dalam bentuk slices yaitu Tutti Frutti, Satay Ice Cream, Surabaya Moon, Pudding Ice Cream. 

3. Es Krim Ragusa
Toko es krim yang ketiga ada di Jakarta yaitu Es Krim Ragusa. Seperti Zangradi, kreator es krim Ragusa ini lagi-lagi adalah seoarang berkebangsaan Itali yang bernama Luis Ragusa. Awalnya bukan hanya Ragusa saja yang memulai bisnis es krimnya ini, melainkan dibantu oleh saudaranya,  Vincenzo Ragusa.
Nah, di tahun 1932 mereka berdua mulai membuka kafe es krim nya di pasar Gambir. Tapi sayang tempatnya tidak terlalu ramai alias sepi pembeli. Bagaimana bisa untung kalau tempatnya sepi? Mungkin pikir mereka berdua, lantas kafe keduanya pun pindah lokasi di Jl. Veteran I No. 10 Jakarta Pusat tahun 1947. Gayung pun bersambut, es krimnya banyak diminati orang-orang.
sumber foto:ww.aditstorsi.files.wordpress.com
Selama menekuni bisnis es krim ini mereka tidak hanya bekerja berdua saja, melainkan dibantu juga oleh Jo Giok Siaw. Ibu Hj. Sias Mawarni, menantu dari Jo Giok Siaw, dan suaminya yang meneruskan penjualan es krim ini. Sepeninggal duo itali itu,  es krim diwariskan secara turun temurun tanpa pernah mengganti resep aslinya dan masih mempertahankan es krim tanpa bahan pengawet. Es krim Ragusa menjual tujuh rasa dan masing-masing rasa memiliki penggemarnya tersendiri. Dari rasa cokelat sampai durian, ada pula modifikasi seperti Spaghetti Ice Cream dan Banana Split.

 4. Es Krim Tip Top
 Itu di Jakarta, bagaimana dengan es krim yang ada di kota terbesar kedua di negeri ini, yaitu Medan tepatnya di Jalan Ahmad Yani.  Ya, disana ada restoran es krim yang bernama Tip Top, restoran ini juga sama tuanya dengan restoran es krim lainnya, yaitu sudah berdiri dari tahun 1929 dengan nama Jang kie. Kemudian pindah ke Jl. Kesawan tahun 1934 dan menganti namanya menjadi Tip Top.
Es krim Tip Top memiliki sekitar 50 varian rasa seperti Soda, Fosco, Neapolitan, Banana Split, Tutty Frutty Sundae, Tutty Frutty, Mont Blanc, Cassatta, Strawberry Float, Vanilla Float, Vanilla + Coke, Chocolate + Coke, Snow White, Rainbow, Desert Pineapple, Desert Strawberry, Nougat, Rhum Corn Flakes, Kopior Sundae, Mocca Rissins Sundae, Vanilla Sundae, Chocolate Sundae, Tip Top, Rhum, Kopior, Mocca Rissins, Strawberry, Chocolate, Vanilla dan Cone/Horn.

Kuliner dan makanan khas Bandung – Kota kembang julukan bagi kota Bandung, karena pada jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner.

Berlibur ke Bandung tidak akan sempurna tanpa menyicipi makanan khas Bandung. Ada beberapa masakan khas Bandung yang patut dicoba dan sangat digemari, baik oleh masyarakat kota Bandung sendiri, maupun para pelancong yang berkunjung ke Bandung.

Beberapa di antaranya yang sedang naik daun saat ini adalah nasi bambu dan nasi tutug oncom. Nasi bambu ini terhitung masakan khas Bandung yang belum lama diketemukan di masyarakat, namun keberadaannya sudah diincar oleh banyak warga kota Bandung dan para wisatawan.

Beberapa kuliner dan makanan khas Bandung :

1. Karedok



Karedok atau keredok adalah makanan khas daerah di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi.

2. Batagor



Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah makanan tradisional khas Jawa Barat yang dibuat dari tahu berbalut tepung lalu digoreng.

3. Mie Kocok Bandung



Mie Kocok adalah makanan berbahan dasar mie kuning dan tauge, yang diberi kuah panas dari kaldu kaki sapi yang berasa lemaknya dan diberi toping potongan kaskus kecil. Rasanya panas dan segar, dan kalau anda pencinta pedas tinggal tambahkan sambel yang akan membuat lidah dan dahi kita berkeringat.

4. Perkedel Bondon



Perkedel kentang yang dimasak atau digoreng di atas tungku api, dan bahan bakan untuk menyalakan api/baranya menggunakan kayu atau arang. Mungkin cara memasaknya ini lah yang membuat perkedel ini sangat nikmat disajikan panas panas dan dengan sambal saja sudah cukup untuk menemani nasi sebagai lauk untuk bersantap.

5. Lotek



Lotek hampir sama dengan pecel, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram dressing berupa sambal dicampur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal di samping kacang seringkali ditambahkan tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Secara umum, lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbu sudah dicampur sebelumnya, untuk lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan. Lotek dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng.

6. Surabi Bandung



Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake (pannekoek atau pannenkoek) namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Daerah yang terkenal dengan kue serabinya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Pekalongan dan Purwokerto yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

7. Combro



Combro atau kadang disebut comro atau gemet merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Combro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat yang bagian dalamnya diisi dengan sambal oncom kemudian digoreng, karena itulah dinamai combro yang merupakan kependekan dari oncom di jero (bahasa Sunda (Namun nama tradisionalnya combro bukan comro), artinya: oncom di dalam, begitu juga halnya dengan gemet merupakan kependekan dari dage saemet artinya dage di dalam yang artinya kurang lebih sama. Makanan ini lebih enak disantap saat masih hangat.

8. Misro



Misro merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Terbuat dari parutan singkong yang bagian dalamnya diisi dengan gula merah kemudian digoreng, karena itulah dinamai Misro yang merupakan kependekan dari amis di jero (bahasa Sunda, artinya: manis di dalam). Bentuknya bulat. Makanan ini enak disantap saat hangat.

9. Nasi Timbel



Nasi timbel adalah yang nasi putih biasa yang panas lalu dibungkus daun pisang, karena dibungkus daun pisang maka akan menimbulkan aroma yang khas. Biasa disajikan dengan berbagai tambahan seperti tahu dana tempe goreng, ayam goreng, sambal dan juga lalap.

10. Cendol



Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah “cendol” mungkin sekali berasal dari kata “jendol”, yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala tengah meminum es cendol.

Tepung beras diolah dengan diberi pewarna berwarna hijau dan di cetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda minum cendol disebut nyendol.

Demikian informasi mengenai kuliner dan makanan khas Bandung. Semoga bermanfaat










Aneka kuliner dan makanan khas betawi – Tak bisa dipungkiri, salah satu daya tarik wisata di Jakarta adalah makanan khas Betawi. Meski masyarakat Betawi sendiri sudah semakin tergusur ke pinggiran akibat pembangunan kota, namun salah satu hasil budaya mereka berupa makanan khas Betawi masih bisa ditemukan dengan mudah di seantero Jakarta.
Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jakarta, jangan lewatkan kesempatan berwisata kuliner mencicipi makanan khas Betawi.Orang Betawi ternyata tidak hanya pintar berbalas pantun, mereka juga pintar membuat aneka kuliner yang lezat dan menggoyang lidah. Tak heran jika makanan khas Betawi banyak digemari oleh banyak orang dari berbagai latar belakang.
Info jajanan dan masakan betawi yang harus di coba :
  • Soto Betawi
Agaknya soto satu ini menjadi salah satu primadona makanan khas Betawi. Anda bisa menemukan penjual soto betawi di mana saja meski ada beberapa tempat yang lebih terkenal daripada yang lainnya karena rasanya yang lebih lezat.
Hal yang membedakan soto betawi dengan soto-soto lainnya adalah soto betawi memiliki kuah santan. Sementara soto-soto khas daerah lain biasanya berkuah bening. Tambahan santan ini membuat rasa soto betawi begitu gurih. Tambahan daging sapi atau ayam yang menggoda dan irisan tomat yang segar, membuat masakan ini sangat lezat dinikmati ketika perut lapar.
  • Lontong Sayur Betawi
Siapa yang tak kenal lontong sayur betawi? Makanan khas Betawi ini bisa dijumpai dengan mudah di mana-mana. Sayur lontong menggunakan pepaya muda dengan kuah santan yang sedikit pedas. Lontong sayur ini merupakan salah satu hidangan lebaran yang difavoritkan.
Jika Anda memasaknya sendiri di rumah, bisa menambahkan daging ayam ataupun daging sapi sesuai selera yang tentunya akan semakin menambah kenikmatan. Telur ayam juga bisa ditambahkan. Namun tanpa tambahan daging pun, lontong sayur sudah cukup enak dan banyak digemari. Dimakan dengan kerupuk dan sambal di pagi hari sebelum memulai beraktivitas, pasti nikmat sekali.
  • Pindang Bandeng Betawi
Makanan khas Betawi yang satu ini mungkin tidak sepopuler soto betawi. Tapi jangan salah, cita rasa masakan ini juga tak kalah lezatnya. Anda bisa menemukan masakan ini di resto-resto khas Betawi.
Pindang bandeng ini disajikan dalam kuah berwarna sedikit gelap karena kecap manis. Memasak pindang bandeng ini bisa dilakukan dengan menumis bumbunya terlebih dahulu atau langsung merebus bumbu bersama ikan bandengnya. Hal yang unik dari masakan ikan bandeng betawi ini biasanya banyak muncul menjelang hari raya Imlek karena konon bandeng adalah simbol kemakmuran.
  • Gado-gado Betawi
Gado-gado sudah menjadi makanan khas Indonesia. Anda bisa menemukan gado-gado di mana saja. Namun tidak ada salahnya mencicipi gado-gado di ibukota karena makanan ini banyak ditemukan di mana saja mulai dari penjual makanan asongan hingga di resto-resto mewah.
  • Tauge Goreng
Bagi penggemar masakan berbahan dasar sayur, selain gado-gado, Anda juga bisa mencoba tauge goreng. Makanan ini berbahan dasar tauge dan tahu yang disiram dengan kuah kecap dan tomat. Cara pembuatannya sangat sederhana.
Pertama-tama, rebus tauge dan tahu yang telah dipotong kecil-kecil. Selanjutnya Anda memanaskan minyak untuk menumis bumbu yang telah dihaluskan yang terdiri atas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, tauco, garam, dan oncom jika suka. Setelah bumbu ditumis dan harum, tambahkan air, kecap, daun bawang, dan tomat. Aduk hingga matang dan mengental. Selanjutnya, tuang kuah tersebut di atas tauge dan tahu yang sudah direbus sebelumnya.
  • Kerak Telor
Mendengar nama “kerak telor” mungkin bagi sebagian orang akan langsung mengaitkannya dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Hal ini disebabkan karena banyaknya pedagang kerak telor yang bisa kita jumpai di acara PRJ tersebut.
Sementara itu di hari-hari biasa, ada kalanya kita bisa menemukan pedagang kerak telor menjajakan dagangan dengan berkeliling kampung. Namun mungkin jumlahnya tidak seberapa dan mulai sulit ditemukan karena penganan satu ini sudah termasuk langka.
Kerak telor terbuat dari bahan-bahan yaitu ketan putih, telur ayam atau bebek, bawang merah goreng, udang goreng, cabai merah, kencur, jahe, kelapa sangrai, gula, garam, dan merica. Kerak telor memiliki rasa yang gurih dan enak dinikmati selagi hangat.
  • Kembang Goyang
Camilan yang satu ini bisa dibilang sejenis crackers karena renyah dengan rasa manis dan gurih. Kembang goyang adalah penganan yang terbuat dari tepung beras, lalu adonan dicetak dalam cetakan berbentuk bunga sehingga terciptalah bentuk kembang ini.
Camilan ini cocok dimakan di sore hari sambil menikmati teh hangat. Kembang goyang biasa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jakarta, meski keberadaannya kini juga sudah mulai jarang ditemukan. Jika punya cukup waktu, sebenarnya Anda bisa mencoba membuat kembang goyang ini di rumah karena prosesnya tidak terlalu rumit.
  • Roti Buaya
Siapa bilang buaya merupakan konotasi dari playboy? Padahal buaya berbentuk roti dalam masyarakat Betawi merupakan representasi dari kesetiaan. Roti buaya adalah salah satu prasayarat yang harus ada dalam upacara pernikahan Betawi.
Roti buaya ini berbentuk buaya kecil yang lucu. Namun sayang, roti ini juga sekarang mulai sulit didapatkan. Toko-toko roti modern lebih banyak menjual berbagai jenis roti dari luar dari pada roti khas Betawi ini.
  • Kue Rangi
Kue rangi atau sebagian juga menyebutnya sebagai sagu rangi, adalah salah satu makanan khas Betawi yang juga mulai jarang didapatkan. Namun ada beberapa resto dengan semangat melestarikan budaya Betawi, kembali memasukkan kue ini dalam menu mereka.
Tepung kanji dan parutan kelapa adalah bahan dasar pembuatan kue ini. Rasanya gurih karena mengandung parutan kelapa dan juga manis karena di permukaan kue ditaburi gula merah. Aromanya jangan tanya, harum dan menggugah selera.
  • Es Doger
Es doger banyak ditemukan di seantero Jakarta. Minuman yang menyegarkan ini memang banyak digemari oleh masyarakat. Es doger adalah minuman es serut dengan santan yang berisi tape singkong, ketan hitam, dan ditambah sirup dan juga susu kental manis. Kadang roti tawar juga ikut ditambahkan sebagai pelengkap es. Rasanya? Dijamin bikin ketagihan.
  • Bir Pletok
Orang Betawi juga gemar minum bir lho. Tapi jangan salah, bir yang satu ini terbuat dari rempah-rempah yang aman untuk dikonsumsi. Pada acara-acara adat Betawi, biasanya bir pletok disajikan bersama dengan camilan-camilan khas Betawi lainnya. Bir ini terbuat dari rempah-rempah seperti jahe merah, kayu angin, kayu manis, serai, kapulaga, dan sebagainya. Minuman ini memiliki sensasi hangat ketika diminum dan cocok diminum di malam hari atau pada saat udara dingin.
Demikian info mengenai aneka kuliner dan makanan khas betawi. Semoga bermanfaat

Aneka kuliner khas manado – Seru rasanya jika kita bisa menikmati aneka kudapan yang ada di negeri ini. Berbagai rasa dari berbagai masakan pasti akan meninggalkan bekas tersendiri di hati. Sebuah pengalaman baru tercipta dari aneka olahan bahan makanan tersebut. Tidak akan lengkap rasanya jika Anda tidak ikut mencoba bagaimana citarasa makanan khas Manado.
Sebagai salah satu kuliner khas, makanan khas Manado menawarkan hal-hal yang menjadi kekhasannya. Makanan dari Manado ini istimewa dengan kekhasan yang ada pada setiap olahannya. Menyuguhkan semua itu hanya untuk Anda. Untuk masyarakat Indonesia.
Kekhasan yang ada pada setiap masakan Manado tentunya tidak tercipta hanya dalam kurun waktu beberapa hari, minggu atau bulan. Resep dari makanan khas Manado lahir dari sebuah kebiasaan masyarakatnya yang sudah berlangsung sejak lama. Inilah yang membuat makanan menjadi khas.
Manado, kaya dengan beragam makanan yang bisa membuat perut kenyang dan lidah terpuaskan. Makanan ini tentu menjadi asing bagi masyarakat Indonesia di luar Manado atau yang belum pernah mengunjungi Manado sama sekali. Tapi, jangan khawatir, soal citarasa, makanan khas Manado ini tetap bisa diterima oleh lidah sebagian besar masyarakat Indonesia.
Mayoritas penduduk Manado beragama Nasrani dan hal ini secara tidak langsung ikut berimbas pada masakannya. Anda akan menemukan cukup banyak olahan daging babi di daerah ini. Ada Babi Garo, Babi Kecap, Babi Rica, Babi Tore, Babi Putar, dan Babi Sayur Leilem.
Aneka makanan babi tersebut seperti sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Manado. Tapi, untuk Anda yang beragama muslim, jangan khawatir, Manado juga memiliki cukup banyak olahan non-babi yang bisa dinikmati dan yang pasti bercitarasa lezat.
Menyoal ini, ada satu hal yang harus benar-benar disadari masyarakat Indonesia. Bahwa Indonesia adalah negeri dengan keanekaragaman dalam segala hal. Agama juga termasuk di dalamnya sehingga tidak mengherankan dan tidak menjadi masalah jika Anda menemukan makanan yang tidak boleh dimakan menurut ajaran agama yang Anda anut.
Sebagai salah satu penganut agama tertentu, Anda tentu tidak bisa melarang makanan tersebut untuk tetap dihidangkan. Anda hanya cukup memilihnya. Pilih makanan mana yang sekiranya boleh dikonsumsi dan mana yang tidak. Tameng akhirnya tetap ada pada diri Anda.
Makanan Khas Manado yang Unik
Di Manado, tradisi masyarakatnya memang unik. Tentu sangat berbeda dengan Jawa. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang menganut agama Islam, makanan-makanan yang ada di Manado cukup aneh. Ada beberapa yang meragukan untuk dikonsumsi dan ada beberapa yang jelas-jelas tidak boleh dikonsumsi.
Di Tomohon, masih bagian dari Sulawesi Utara, ada sebuah masakan dengan bahan dasar tikus dan kelelawar. Bagi yang tidak terbiasa menyantap itu, makanan-makanan tersebut pastilah aneh dan terkesan menjijikkan. Bagaimana mungkin hewan yang dekat dengan image jorok tersebut bisa dijadikan santapan yang lezat? Jawabannya bisa Anda tanyakan pada masyarakat setempat.
Tetapi, ternyata, tikus yang digunakan bukanlah tikus-tikus got seperti yang banyak ditemui di kota-kota besar. Tikus yang digunakan dalam makanan khas dari Manado ini adalah tikus hutan atau sawah. Hewan tersebut tidak mengonsumsi apa pun kecuali tumbuhan-tumbuhan. Namun, tetap saja, image tikus sebagai binatang pengerat tetap sulit untuk dihilangkan.
Sebelum dimasak, tikus atau kelelawar tersebut dibakar terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang ada pada dua binatang tersebut. Baru, setelah bulu-bulu halus pada kedua binatang tersebut hilang, proses memasak bisa dilanjutkan.
Kedua binatang tersebut dipotong-potong seperti jika Anda akan mengolah daging ayam. Bumbu yang digunakan tidak berbeda jauh dengan bumbu-bumbu pada umumnya. Makanan berbahan dasar tikus dan kelelawar ini disajikan dengan kuah santan yang kental.
Harga untuk setiap porsinya ternyata cukup mahal, lho. Anda harus membayar sekitar Rp60.000 untuk satu porsi daging tikus. Dan lebih murah Rp25.000 jika ingin menyicipi daging kelelawar. Mahalnya harga kedua olahan daging tersebut disebabkan karena sulitnya mencari bahan baku.
Info lebih lanjut tentang makanan khas Manado Berikut informasinya:
1. Ayam Tuturuga
Olahan ayam memang tidak ada habisnya. Daging dari hewan unggas ini terkenal dengan rasanya yang memang lezat dan cocok jika diolah menggunakan bumbu apapun. Manado memiliki cukup banyak olahan daging ayam ini, salah satunya adalah Ayam Tuturaga.
Ketika mencicipi makanan khas ini, Anda akan merasakan asam dari perasan jeruk nipis dan pedasnya cabai merah. Bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk membuat makanan ini tergolong standar, seperti bawang merah dan putih, kunyit, jahe, air jeruk nipis, gula, garam serta santan.
Ya, ayam Tuturuga adalah jenis olahan ayam dengan kuah santan. Tampilannya mungkin akan mirip dengan opor ayam, tapi ayam tuturaga berwarna merah, tidak kuning pucat seperti opor. Rasanya juga akan jauh lebih pedas dibandingkan dengan opor. Olahan ayam ini cocok disantap bersama nasi hangat.
2. Ayam Woku Belanga
Tidak suka olahan ayam yang bersantan, Anda bisa mencoba olahan ayam yang satu ini. Ayam Woku Belanga tidak menggunakan santan dalam proses pembuatannya. Tetapi memang, bumbu yang digunakan menjadi lebih banyak dan jika Anda akan membuatnya ini akan cukup merepotkan.
Anda harus menyiapkan air jeruk nipis, cabai hijau, cabai merah, bawang merah dan putih, kunyit, jahe, serai, daun jeruk, daun pandan, daun kunyit, daun kemangi, daun bawang dan tomat. Benar-benar banyak, ya? Banyaknya bumbu yang dibutuhkan untuk membuat Ayam Woku Belanga menjamin rasanya yang pasti lezat.
3. Ayam Isi di Bulu
Olahan ayam khas Manado yang satu ini cukup unik. Untuk dapat memasaknya, Anda membutuhkan bambu. Bambu ini nantinya digunakan untuk memanggang daging ayam yang sudah sedemikian rupa. Memasaknya akan agak sedikit merepotkan, tetapi citarasanya pasti lezat.
Bumbu dan bahan yang harus Anda siapkan antara lain ayam, telur, air jeruk, daun bawang, cabai merah, bawang putih, daun kemangi, cabai hijau, daun jeruk, serta tomat yang masih hijau. Setelah ayam dimasak menggunakan bumbu-bumbu ini, langkah selanjutnya adalah memasukkan ayam ke dalam bulu atau bambu.
Tahap terakhir adalah memanggangnya. Citarasa ayam, bumbu, dan bambu yang bercampur akibat proses pemanggangan akan menimbulkan satu citarasa yang khas. Ketagihan adalah jaminan ketika Anda menyantap hidangan ayam asal Manado ini.
4. Ayam Rica-Rica
Satu lagi olahan ayam khas Manado yang wajib Anda coba, Ayam Rica-Rica. Citarasa dominan pada makanan khas dari Manado berbahan dasar daging ayam ini adalah pedas. Cabai merah dan rawit mendominasi bumbu yang dibutuhkan untuk membuat olahan ayam ini.
Selain cabai merah dan rawit, bumbu lain seperti bawang putih, bawang merah, serai, daun jeruk, daun pandan, air jeruk nipis jahe, gula dan garam juga digunakan dalam mengolah Ayam Rica-Rica ini. Jika Anda tidak begitu menggemari masakan bercitarasa pedas, sebaiknya jangan ambil risiko karena Ayam Rica-Rica ini cukup pedas.
Agar hasil masakan lebih enak, sesaat sebelum matang, angkat ayam lalu panggang. Aroma panggangan akan semakin menyempurnakan olahan daging ayam ini. Sangat cocok jika disantap dengan nasi putih hangat. Yummy!
5. Tinoransak Manado
Namanya pasti sangat asing bagi Anda yang bukan warga Manado. Makanan khas Manado bernama Tinoransak ini adalah olahan daging ikan tuna yang dibumbui dengan bawang merah, cabai hijau dan rawit, serta bumbu-bumbu lain. Tinoransak ini bisa dijadikan alternatif jika Anda bosan menyantap olahan daging ayam di kota tersebut.
Selain bumbu dasar bawang merah, cabai hijau dan rawit, bumbu lain yang digunakan di antaranya adalah daun jeruk, serai, daun kemangi, daun kunyit, daun bawang, garam dan gula serta jahe. Sebelum diolah bersama bumbu, ikan tuna digoreng terlebih dahulu. Porsi makan Anda dijamin lebih banyak dibanding biasanya ketika menyantap Tinoransak Manado ini.
6. Sambal Dabu-Dabu Lilang
Sambalnya masyarakat Manado ya Sambal Dabu-Dabu ini. Berbeda dengan sambal di daerah lain yang diulek atau dihaluskan, sambal khas Manado ini cukup dengan diiris-iris.
Bahan untuk membuat sambal cenderung tidak berbeda dengan sambal pada umumnya. Ada cabai merah dan hijau, bawang merah, kemangi, tomat, garam serta perasan jeruk nipis. Setelah semua bumbu diiris tipis, tambahkan garam lalu ratakan dengan air jeruk nipis. Menyantap sambal ini akan lebih pas jika bersama ikan bakar dan nasi hangat.
7. Bubur Manado
Membicarakan makanan khas dari Manado tidak lengkap rasanya jika tanpa mengulas tentang Bubur Manado. Secara garis besar, Bubur Manado tidak berbeda dengan bubur pada umumnya. Terbuat dari beras yang diproses sedemikian rupa hingga tidak lagi berwujud seperti nasi. Hal yang membedakan adalah campurannya.
Campuran pada Bubur Manado ini terdiri dari sayur-sayuran. Anda akan menemui pilinan jagung manis, potongan labu kuning, bayam, kangkung, dan daun kemangi dalam setiap porsinya. Rasanya semakin lezat ketika Anda menyantapnya bersama dengan sambal botolan dan ikan asin jambal.
Dalam setiap olahannya, makanan khas Manado memberikan pengalaman baru bagi siapa pun yang belum pernah mencicipinya. Anda jangan khawatir soal citarasa karena masakan Indonesia selalu bisa menyuguhkan yang terbaik, termasuk masakan dari Manado ini.
Demikian info mengenai aneka kuliner khas manado. Semoga bermanfaat